Tamatan Diploma / Sarjana bisa Kalah Saing dengan Tamatan SMA/SMK


sumbarkerja.web.id - Pendidikan tinggi yang tidak diimbangi dengan skill, akan membuat sarjana/diploma kalah dari lulusan SMK lho. Dalam mencari pekerjaan ada beberapa pertimbangan untuk menentukan apakah orang tersebut layak untuk diterima atau tidak. Jenjang pendidikan yang ditempuh menjadi salah satu faktornya. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan perusahaan, sarjana kurang skill justru kalah dengan tamatan SMK.

Skill dan Pengalaman Lebih Diperlukan

Dalam Pertarungan Dunia Kerja, saat ini banyak perusahaan yang membutuhkan calon pekerja yang siap kerja terutama lulusan diploma atau sarjana. Namun, kebutuhan tersebut tidak banyak tersedia. Banyak lulusan sarjana atau diploma kurang skill dan tidak siap bekerja.

Akibatnya, angka pengangguran sarjana ataupun diploma menjadi meningkat. Sebaliknya nih, kebutuhan pekerja yang siap kerja tersebut diperoleh dari anak SMK.
Tamatan Diploma / Sarjana bisa Kalah Saing dengan Tamatan SMA/SMK yang Memiliki Skill
Gambar : franksonnenbergonline.com
Seperti yang diketahui kalau kamu bekerja di SMK, maka kamu akan mendapatkan lebih banyak praktek dibandingkan teori. Bahkan ada yang full 1 tahun bekerja atau magang. Kemampuan tersebutlah yang lebih dinilai untuk siap bekerja dibandingkan sarjana atau diploma yang hanya mengerti teori.

Padahal, jika dibandingkan dengan lulusan SMK, perusahaan akan mempertimbangkan jenjang pendidikan yang ditempuh. Namun karena fresh graduate tidak memenuhi kriteria, maka perusahaan lebih memilih yang berpengalaman.

Kalah Saing Tanpa Kompetensi

Adanya kompetensi di jenjang diploma atau sarjana, membantu untuk membentuk seseorang yang siap guna dan tepat guna. Jika dibandingkan dengan S1, mahasiswa D3, terutama jika berkaitan dengan sains, memiliki banyak kurikulum praktek.

Sedangkan jika mahasiswa yang menempuh pendidikan strata 1 dan hanya memahami teori tanpa praktek, akan menghasilkan sarjana kurang pengalaman. Jadi, tanpa adanya kompetensi dasar, setinggi apapun pendidikan yang dimiliki akan kalah dengan anak SMK yang memiliki skill dan pengalaman.

Ini karena anak SMK biasanya akan melakukan magang dalam kurun waktu tertentu. Dengan magang, kamu akan bisa mengasah kemampuan hard skill, menambah pengalaman kerja dan mengasah soft skill.

Baca Juga : 
Untuk mengantisipasinya, maka sebisa mungkin kamu harus memiliki sertifikat kompetensi. Dengan sertifikat tersebut, walaupun kamu belum memiliki pengalaman kerja, kamu tetap akan memperoleh nilai plus tersendiri.

Apalagi saat ini, di era digital, setiap calon pelamar kerja dituntut untuk bisa melakukan banyak hal baik hard skill maupun soft skill.

Penggunaan Kurikulum yang Kurang Tepat

Kemenristek (kementerian Riset Teknologi) Perguruan Tinggi pernah merilis data yang cukup mencengangkan. Hanya 11,34% pekerja yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Sedangkan sisanya, justru didominasi oleh pekerja yang mempunyai pendidikan rendah.

Kala itu, Presiden Jokowi pernah meminta kepada Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan reformasi pendidikan. Salah satunya adalah menyesuaikan kurikulum di perguruan tinggi agar dapat dilakukan perubahan global.

Ini karena kurikulum juga memiliki bagian tersendiri yang menciptakan sarjana tidak siap kerja dan tidak memiliki skill mumpuni.

Ada keterkaitan satu sama lain antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah dan faktor yang lainnya, sehingga perlu ada perubahan. Salah satunya adalah dari kurikulum perguruan tinggi agar mahasiswa lebih siap kerja.

Jadi, Apakah Lulusan Perguruan Tinggi akan Kalah dari Lulusan SMK?

Bisa jadi iya dan bisa pula tidak. Jika kamu hanya pasrah atau tidak mengembangkan kemampuan, baik hard skill ataupun soft skill tentunya akan kalah dengan lulusan SMK. Terlebih tamatan SMK dengan skill tinggi dan berpengalaman.

Sedangkan kalau kamu dapat menemukan pengalaman, skill dan potensi yang tepat, menempuh pendidikan di perguruan tinggi dapat menjadi nilai plus. Ini karena kombinasi antara ketiga hal tersebut dapat membuat kamu mendapatkan hasil yang terbaik.

Jadi, jangan sampai menjadi sarjana kurang skill ya. Selain agar tidak kalah dari lulusan SMK, kamu juga bisa membanggakan diri sendiri dan orang tua.

Baca Juga : 


Yuk SHARE/BAGIKAN informasi lowongan kerja ini: